Aqidah Aswaja
Mengamalkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah melalui manhaj ulama Nusantara yang sanadnya sambung sampai Rasulullah SAW.
Ahlussunnah wal Jama’ah
Ujung tombak jam’iyyah di tingkat desa. Menguatkan ibadah, pendidikan, sosial, dan kemandirian ekonomi warga Sewulan — berlandaskan tawassuth, tawazun, dan i’tidal.
Profil
Ranting adalah struktur NU paling bawah — yang bersentuhan langsung dengan warga, masjid, dan mushala di tingkat desa.
Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, adalah tanah perdikan yang diberikan Sultan Pakubuwono II kepada Kiai Ageng Basyariyah (Raden Mas Bagus Harun) pada tahun 1742 M. Nama “Sewulan” berasal dari sewu wulan — seribu bulan — karena pembabatan dan pendirian desa serta masjidnya bertepatan dengan Lailatulqadar.
Warisan itu bukan sekadar catatan sejarah. Masjid Al–Basyariyah dan makam Kiai Ageng Basyariyah hingga hari ini menjadi poros keagamaan desa: tempat jamaah lima waktu, pengajian, majelis ta’lim, serta haul dan ziarah yang dikunjungi warga dari berbagai daerah.
Di atas akar pesantren itulah NU Ranting Sewulan berdiri dan bergerak, bersama lembaga dan badan otonomnya, melayani jam’iyyah dan masyarakat.
Ranting Sewulan berada di bawah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Dagangan, yang menaungi Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Madiun, berjenjang ke PWNU Jawa Timur dan PBNU.
Setiap keputusan dan program ranting diselaraskan dengan Qanun Asasi dan Khittah NU 1926: mengabdi kepada umat, menjaga persatuan, dan tidak terlibat politik praktis.
Mengamalkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah melalui manhaj ulama Nusantara yang sanadnya sambung sampai Rasulullah SAW.
Jam’iyyah hadir untuk melayani — mengurus jamaah, yatim, fakir miskin, dan masjid — bukan untuk berkuasa.
Ranting adalah pintu pertama warga masuk ke NU. Karena itu ranting-harus hidup di setiap desa.
Struktur
Berbagai lembaga dan banom menjalankan program ranting sesuai bidangnya masing-masing.
Lembaga Amil Zakat, Infak & Sedekah NU: pengumpulan dan penyaluran ZIS untuk warga Sewulan.
Pendidikan: pendampingan madrasah, TPQ/TPA, dan majelis ta’lim di desa.
Lembaga Dakwah NU: pengajian, khutbah, dan pembinaan dai di wililayah ranting.
Ta’lif wan Nasyr: penerbitan, literasi, dan penyebaran tulisan keislaman.
Menghimpun dan merawat pesantren serta pondok di sekitar Sewulan.
Kaderisasi dan pengamanan kegiatan jam’iyyah di tingkat ranting.
Pembinaan perempuan dan keluarga, majelis taklim, serta kesehatan ibu dan anak.
Kaderisasi pelajar dan santri: kepemimpinan, literasi, dan kegiatan sosial.
Seni beladiri dan pengobatan: membangun ketahanan fisik dan karakter warga.
Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU: pemberdayaan dan perlindungan keluarga.
Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia: merawat tradisi dan kesenian Sewulan.
Ikatan Sarjana NU: kontribusi keilmuan untuk pembangunan desa.
Program
Empat pilar khidmah ranting: ubudiyah, pendidikan, sosial, dan ekonomi warga.
Agenda
Jadwal rutin jam’iyyah. Perubahan akan diumumkan melalui papan pengumuman masjid dan kanal resmi ranting.
Pengajian kitab bersama kiai dan ustadz di lingkungan Desa Sewulan. Bertempat bergilir di masjid dan mushala.
Pertemuan rutin pengurus ranting bersama jama’ah, dirangkai dengan pembacaan tahlil dan shalawat serta evaluasi program.
Kegiatan simaan kubro, ziarah ke makam Kiai Ageng Basyariyah, serta penyaluran bantuan LazisNU kepada warga.
Rangkaian haul dan jamasan pusaka sebagai penghormatan atas warisan Kiai Ageng Basyariyah, melibatkan warga dan pemerintahan desa.
Kabar
Contoh kartu berita — siap diisi dengan berita asli ranting.
Khidmah
Penyaluran bantuan kepada keluarga yatim dan dhuafa di lingkungan desa, hasil penghimpunan ZIS jam’iyyah.
Pendidikan
Pendampingan pengajar dan penataan kurikulum dasar bagi TPQ/TPA di Desa Sewulan bersama LP Ma’arif NU.
Jam’iyyah
Silaturahmi pengurus ranting, kader Ansor, dan banom perempuan, dirangkai pembacaan tahlil dan evaluasi khidmah.
Kontak
Untuk undangan, khidmah sosial, kerja sama, atau informasi kegiatan.
Bagi pengurus: silakan isi data kontak resmi lewat admin agar tercatat pada situs ini.